Augustinus bertemu para The Legends - para pelaku sejarah dalam duel melawan Korea Utara Pra-Olimpiade 1976. (Ki-Ka) Augustinus, Anwar, Handarto, Wiel Coerver, Risdianto...berbincang-bincang di lapangan sepakbola Lebak Bulus untuk kemajuan pelatihan sepakbola Usia Dini bagi anak-anak Indonesia.
Welcome to our website

CITY LIGHT
THE SMART APARTMENT

VISIT THE CITY LIGHT IMAGES - JUST CLICK HERE:

http://www.pssbi-5a.com/42177732


Welcome Back ...Wiel Coever. We all love you.

Gambar: Baju Tim Nasional 1976 (Ki-Ka) Risdianto, Junaedi Abdillah & Anjas Asmara.

Kalau saja pada saat itu sudah ada JAK Mania, Bobotoh PERSIB Bandung, KABO Mania, Arema Mania dan lain-lain….Mungkin Tim Nasional Indonesia yang dahulu sering disebut PSSI pada tahun 1976 sanggup ke Olimpiade lagi.

 

Para penonton pada waktu itu hanya berteriak-teriak sendiri-sendiri, dan baru bertepuk tangan bersama-sama, lalu berdiri & duduk lagi.  Langsung saling mengenal kanan-kirinya seolah-olah teman lama yang baru bertemu lagi.

 

Bayangkan pada partai Final yang digelar pada tanggal 26 Pebruari 1976 itu antara Indonesia Vs. Korea Utara, telah menghipnotis seluruh bus kota yang kebanyakan adalah bus PPD mengarah ke Gelora Senayan.  Bahkan dari dalam & luar kota banyak juga yang datang menggunakan kendaraan pribadi…bahkan berjalan kaki dari stasiun kreta api / halte bus terdekat demi mendukung Tim Nasional kesayangan mereka.

 

Satu bahkan 2 jam sebelum pertandingan dimulai, salah satu Stadion Sepakbola termegah & terbesar didunia saat ini, sudah dipen uhi oleh para penonton dengan pelbagai suku, agama & dialeg bahasa daerah yang kental menyatu untuk membela Tim Nasional Indonesia itu.

 

Perlahan tapi pasti, stadion yang berdaya tampung hanya untuk 100,000 tempat duduk penonton itupun sudah penuh.  Dan akhirnya para penonton yang berdatangan terus menerus itupun tumpah ruah meluap ke lintasan lari dipinggir lapangan.

 

Begitu mudah untuk menyatu Bangsa Indonesia, mereka kompak, bertekad datang untuk mendukung Tim kesayangan mereka.  Tim Amatir Nasional Indonesia. 

 

Jumlah penonton itu begitu besar untuk suatu pertandingan amatir yakni tercatat jumlahnya adalah 120,000 penonton, sehingga mengalahkan kejuaraan terbesar klub professional manapun didunia ini.  Tak HERAN kalau GUINESS BOOK OF RECORD mencatat Pemecahan Rekor Terbanyak Penonton Sepakbola didunia yang sampai saat ini belum terpecah.

 

Sayang Kesebelasan Indonesia tidak mampu mengambil keuntungan lebih banyak dari situasi & posisinya sebagai Tuan Rumah.  Mereka dikalahkan  5-4 oleh Korea Utara melalui adu penalti yang menegangkan seluruh penonton di stadion & juga penonton dirumah diseluruh Tanah Air tercinta ini, karena pertandingan itu juga disiarkan secara langsung  oleh TVRI.

 

Tim Indonesia 1976 di Jakarta itu, hanya nyaris mengulang sejarah Tim Indonesia 1956 di Melbourne, dengan tampil di Olimpiade. SAYANG SEKALI.

 


MASIH MUDA ??? PENGEN PUNYA RUMAH SENDIRI..KUNJUNGI:
Welcome to our website

Gambar: Wiel Coever - Pelatih Tim Nasional Indonesia 1976 di Pre- Olimpiade ketika bercerita kepada PSSBI.

Jakarta , 28 Desember 2008.

 

Wiel Coever yang membawa asistennya dari Belanda Wim Hendriks, berhasil memilih 18 pemain inti Tim Nasional yang diterjunkan ke Pra- Olimpiade Grup II Asia tahun 1976.  Dalam Grup ini terdapat 6 negara yang terdiri dari Indonesia, Singapura, Papua Niugini, Malaysia & Korea Utara.  Seluruh pertandingan di Stadiun Utama Senayan Jakarta antara 15 sampai dengan 26 Pebruari 1976.   Apabila Tim Indonesia berhasil mengalahkan Korea Utara pada waktu itu, maka berhak mendapatkan tiket kedua Asia ke Oliampiade 1976 di Montreal.

 


Welcome to our website

Gambar: Handarto (kanan) - Asisten Pelatih Tim Nasional Indonesia 1976 di Pre-Olimpiade bersama Augustinus.

Kedatangan Coever dibulan Agustus 2008 ke Jakarta yang juga sempat bertemu dengan pemain tersebut diatas, Coever yang nampak lebih bijaksana juga memberi inspirasi kepada para mantan pemain untuk bisa memberikan ilmu mereka ketika itu kepada para pemain usia dini.  Coever menjelaskan, bahwa Ronny Paslah bisa memberi kepada para penjaga gawang usia dini, Junaedi Abdillah pada para gelandang serta Risdianto kepada para penyerang.  Namun, PSSBI menangkap hal ini tidak dapat dicerna dengan baik, kecuali oleh Handarto….sayang sekali.  Mungkin, semuanya terhalang karena tidak adanya visi untuk kearah hal itu, demikian Augustinus berpendapat kepada Om Handarto.


RONNY PASLAH KIPER & PEMAIN USIA DINI

Susunan pemain Indonesia Vs. Korea Utara pada waktu itu 1976 yang bermain dengan pola 4-4-2 adalah:

 

Ronny Paslah – Penjaga Gawang.

 

4 Pemain Belakang terdiri dari:

Harry Muryanto – Back Kanan

Lukman Santoso / Suhatman – Stopper

Oyong Liza – Stopper (Swipper)

Johannes Auri – Back Kiri

 

4 Gelandang:

Suaeb Rizal – Gelandang serang yang lebih beroperasi di sayap kanan.

Junaedi Abdillah – Gelandang serang yang berperan sebagai playmaker.

Nobon/ Anjas Asmara – Gelandang serang yang berperan menjaga keseimbang tim.

Iswadi Idris – Gelandang serang beroperasi dari sayap kiri.

 

2 Penyerang:

Waskito – berperan sebagai second striker.

Risdianto – Striker utama.


OJONG LIZA BERSEMANGAT & BAWA FOTO TIM NAS 1976.

Jakarta , 28 Desember 2008.

 

DETIK DEMI DETIK ADU PENALTI YANG AKHIRNYA MEMBISUKAN 120,000 SUPPORTER INDONESIA DI SENAYAN 1976.

 

Setelah diundi oleh Wasit, maka tendangan pertama diambil oleh Tim Korea Utara.

 

  1. An Sek Uk menembak ke gawang Ronny Paslah – Masuk & penonton menarik napas panjang  -> 1 – 0
  2. Iswadi Idris didukung teriakan para penonton dengan tenang berhasil menyarangkan bola – Masuk Senayan pun bergetar -> 1-1.
  3. Giliran Park Jo Hun seperti ragu menatap pada Ronny Paslah & benar saja tendangannya berhasil ditip Ronny Paslah -> skor tetap 1-1.
  4. Junaedi Abdillah yang dijagoi penonton dengan gagah, berhasil Masuk & Indonesia saat itu unggul -> 2-1
  5. Namun Mak Jong U membuat suporter Indonesia tegang kembali, tembakannya Masuk & menyamakan kedudukan, walaupun penonton tegang namun mereka tetap berdiri tidak ada yang duduk tenang -> 2-2.
  6. Ketika Waskito berjalan menuju tempat eksekusi, hampir semua berteriak-teriak memanggil namanya, seolah berharap akan keberhasilan eskusinya.  Dan memang benar Waskito berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik & Masuk serta Indonesia unggul kembali -> 3-2.
  7. Penonton Indonesia coba teriak ganggu pemain Korea Utara Yang Song Guk, tapi pemain ini berhasil & Masuk menyamakan kedudukan kembali -> 3-3.
  8. Giliran Oyong Liza yang diharapkan, namun saying tembakan berhasil ditip penjaga gawang Korea Utara, sehingga kedudukan tidak berubah -> 3-3.
  9. Kim Jong Min nampak tegang, penonton Indonesia berteriak-teriak mendukung Ronny Paslah & tembakan Kim Jong Min berhasil ditip keluar, sehingga skor belum berubah -> 3-3.
  10.  Kini Anjas Asmara yang berambut gondrong & sangat dikenal public sepakbola seolah yakin akan pemain gondrong tersebut, tapi aduh 120,000 penonton terkejut ketika melihat seolah tak percaya, pemain kesayangan mereka gagal mengesksekusi, bahkan bolanya berhasil ditangkap kipper Korea Utara itu, skor pun tidak berubah -> tetap 3-3.
  11. Kim Zung Gon dielus-elus kawannya, dia maju langkah demi langkap ke daerah esksekusi yang begitu menakutkan para penonton Indonesia kali ini, beberapa diantara penonton hampir tidak melihatnya dan benar saja, dia berhasil & Masuk, skor berubah kini Korea Utara Unggul -> 4-3.
  12. Ketika Risdianto maju, penonton berteriak kembali seolah yakin bahwa stiker utama Indonesia ini akan menjalankannya dengan baik.  Dan Senayanpun mengetarkan Tanah Air Indonesia, akibat esksekusi yang berhasil dilakukan Risdianto, Masuk & kedudukan menjadi sama kembali -> 4-4.
  13. Ronny Paslah didukung penonton, tapi boleh buat Hong Song Nam dengan berani menceploskan bola & Masuk, Korea Utara unggul kembali -> 5-4.
  14. Seluruh penonton riuh gemuruh, para official Indonesia ikut tegang kini satu-satunya harapan tinggal pada penendang terakhir yakni, Suaeb Rizal.  Mungkin penonton Indonesia yang menyaksikan dari TVRI bertanya-tanya dalam hitungan detik “Berhasilkah?” ………..Tedangan Suaeb melenceng diluar gawang & diapun tertunduk dilapangan, 120,000 penonton hanya bisa berteriak serempak waaaaaaaaaah…….& diam membisu cukup lama.  Indonesia dikalahkan Korea Utara 4-5. 

TIM NASIONAL INDONESIA 1976

Tulisan ini kami sajikan bagi para pemain Usia Dini agar jangan takut untuk berhadapan dengan Korea – Tim Kuat di Asia sekalipun, karena Indonesia pernah hampir memenangkannya. 


Thanks for visiting our website

CITY LIGHT
THE SMART APARTMENT

VISIT THE CITY LIGHT IMAGES - JUST CLICK HERE:

http://www.pssbi-5a.com/42177732


Write a new comment: (Click here)

SimpleSite.com
Characters left: 160
DONE Sending...

John Lennon | Reply 06.12.2011 08.05

Tolong foto-foto kenangan saat laga PSSI Pre Olympic 1976 vs Korea Utara bisa di upload, tks banget..... syukur2 masih ada videonya, meskipun itu hitam-putih

saputra | Reply 01.06.2011 07.46

pendaftaran tahun 95 di sbb star shadow kapan di buka yak ?

lia | Reply 24.05.2011 10.31

minta no tlp dunk kalo jadi anggo gmana y thx

nurull waciel | Reply 01.05.2011 05.40

keren

khudhari hanif | Reply 18.04.2011 18.19

emak jalir beasiswa nya asa tdk

sekolahbola.blogspot.com | Reply 17.03.2011 12.17

Terima kasih sudah mengangkat kisah ini untuk membangkitkan motivasi para pemain muda. Sekolahbola.blogspot.com

See all comments

| Reply

Latest comments

11.05 | 03:24

bulannya rapa ? sama iurannya rapa ? pendaftarannya rapa ?

...
10.05 | 06:48

om saya kelahiran tahun 1994 , saya mao daftar di ssb jayakarta masih bisa ga om seumuran saya latihan di ssb jayakarta

...
09.05 | 18:09

jayakarta sebulan nya berapa ya ? mungkin saya masuk jayakarta pada bulan juni

...
02.05 | 14:34

UMS slalu di hati

...
You liked this page
Hi!
Try to make your own website just like me.
It's easy, and you can do it absolutely free.
AD